Prevalensi Disfungsi Ereksi

Prevalensi Disfungsi Ereksi adalah seberapa sering disfungsi ereksi yang terjadi pada diri anda. Seorang pria yang tidak mampu untuk ereksi atau mempertahankan ereksi yang cukup dan memuaskan untuk hubungan seks dengan pasangannya disebut sebagai impoten. Namun, pada pria yang mengalami gangguan ereksi masih mempunyai hasrat seks dan mungkin mendapatkan orgasme dan juga ejakulasi.

Prevalensi Disfungsi Ereksi

Prevalensi Disfungsi Ereksi

Dulu dikenal sebagai impoten, namun istilah itu berkembang berubah menjadi Disfungsi Ereksi (DE). Disfungsi ereksi merupakan salah satu dari disfungsi seksual yang dialami pria. Disfungsi seksual pria yang lain adalah disfungsi libido, disfungsi ejakulasi, dan disfungsi orgasmus.

Prevalensi pria dengan disfungsi ereksi adalah 5% pada pria yang berusia sekitar 40 tahunan, 10 % pada pria yang berusia 60 tahunan dan 15 % pada pria yang berusia 70 tahunan. Prevalensi ini terus meningkat dengan bertambahnya usia. Meskipun disfungsi ereksi adalah masalah pria, tetapi dapat menimbulkan masalah bagi hubungan suami-istri, baik bagi pasangan suami-istri yang baru menikah maupun yang sudah lama menikah. Masalah disfungsi ereksi ini makin meningkat dengan bertambahnya usia pria. Bila dapat diobati akan menghadapi kendala karena bertambahnya usia pada wanita disertai pula dengan turunnya fungsi reproduksi dan seksual pada akibat proses menopause yaitu berhentinya menstruasi diikuti berhentinya produksi hormon estrogen yang terkait dengan respon seksual dan organ kelamin wanita.

Faktor yang menyebabkan terjadinya prevalensi disfungsi ereksi seperti:

  • Gangguan psikologis seperti depresi dan ansietas.
  • Gangguan neurologis seperti penyekit serebral, trauma spinal, dll.
  • Penyakit hormonal atau libido yang menurun seperti hipogonadism, penyakit addison, hiper atau hipo tiroidsm, dll.
  • Penyakit vaskuler seperti penyakit jantung iskemik, penyakit vaskuler perifer, penyakit kavernosus, dll.
  • Obat-obatan seperti antihipertensi, antidepresan, antiandrogen, dll.
  • Penyakit lain seperti diabetes, gagal jantung, penyakit paru obstruksi kronis, dll.

Disfungsi ereksi yang disebabkan faktor psikogenik biasanya episodik yang terjadi secara mendadak yang didahului oleh periode stres berat, cemas, dan depresi.

Penyebab lainnya adalah gaya hidup anda yang tidak sehat. Sebagian besar prevalensi disfungsi ereksi disebabkan karena kadar testosteron dalam tubuh anda yang rendah dan kondisi kesehatan kronis seperti penyakit gagal gingal atau diabetes. Namun pada anda yang masih memiliki usia muda yang masih berusia antara 20-39 tahun, penyebab dari prevalensi disfungsi ereksi lebih sering terjadi karena gaya hidup tidak sehat seperti beberapa kebiasaan buruk yang sering anda lakukan yaitu diantaranya adalah kebiasaan merokok, suka atau hobi minum minuman beralkohol dengan berlebihan dan kurangnya olahraga yang anda lakukan.

Prevalensi disfungsi ereksi juga dapat disebabkan karena  kecemasan atau gelisah berlebihan. Tidak hanya pada wanita bahkan pria pun bisa turun akan yang mudah mengalami stres yang dapat berakibat pada rendahnya tingkat libido bahkan dapat disfungsi ereksi apabila terlalu banyak hal di pikirkan dalam fikirannya. Bisa saja ketika anda sedang mencemaskan pekerjaan anda yang tertinggal atau hanya sekadar khawatir saja akan berakibat tidak bisa memberikan performa seks terbaik untuk memuaskan anda dan pasangan anda.  Setiap faktor pemicu prevalensi disfungsi ereksi seperti stres bisa saja mempercepat susunan sistem syaraf simpatik yang membuat anda sebagai seorang pria untuk sulit mempertahankan ereksinya.

Faktor lainnya adalah efek yang ditimbulkan dari pornografi. Tanpa anda sadari sebenarnya dengan nonton film porno dapat berguna untuk memicu gairah seks dalam diri anda dan memberi variasi dalam bercinta yang biasa anda lakuakn dnegan pasangan anda. Namun, jika akan terlalu sering menonton atau memperhatikan gambar yang berbau pornografi dengan berlebihan akan menjadi kebiasaan pada diri anda. Efek yang ditimbulkan dari kebiasaan ini juga tidak menjadi baik lagi justru akan menghasilkan efek yang terbalik. Jika anda adalah seorang pria yang ketergantungan pada film atau gambar porno. Ada baiknya anda tidak membiasakan diri dengan hal tersebut karena anda akan susah terangsang oleh pasangan anda sehingga akhirnya anda tidak mampu ereksi apabila tidak dibantu konten pornografi di dekat anda.

Prevalensi disfungsi ereksi dapat diatasi dnegan melakukan akupuntur yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama. Salah satu sejarah mengatakan bahwa pria yang menderita penyakit disfungsi ereksi yang menjalani terapi akupuntur mampu untuk menyembuhkan penyakitnya secara alami. Terapi akupuntur dilakukan dnegan menusukkan puluhan jarumpada sejumlah titik tubuh untuk melancarkan peredaran darah.

Dapat juga dengan cara menyuntikkan obat tertentu ke saluran korpus cavernosum yang berada tepat didalam penis anda. Cara ini bermanfaat untuk dapat mempertahankan erekasi dalam jangka waktu yang lama. Namun kekurangan dari pengobatan ini adalah salah satu cara yang tidak cocok untuk semua pria.

Cara Mengatasi Prevalensi Disfungsi Ereksi

Cara mengatasi prevalensi disfungsi ereksi yang paling sederhana adalah dnegan pernafasan. Dalam sebuah hubungan seks yang nikmat dan berlangsung lama dipengaruhi dari kemampuan anda sebagai seorang pria untuk mengendalikan pernafasan anda.

Dalam hal mengatur pernafasan ini anda harus dapat mengatur emosi anda untuk dapat menikmati fase hubungan seks yang anda lakukan tahap demi tahap dari awal hingga akhir. Kebiasaan anda selalu tergesa-gesa dalam melakukan hubungan intim akan menyebabkan pria cepat mengalami ejakulasi. Melalui pernafasan yang tepat, anda yang menderita prevalensi disfungsi ereksi dapat berlatih untuk memperbaiki kualitas hubungan seks yang anda lakukan dengan pasangan anda.

 

 


=====================================

>>> New Prozos Herbal dari Alami Untuk Meningkatkan Vitalitas Pria dan Peningkat Gairah Pria, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Jamu Kuat Tradisional and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *